Menu Tutup

TEORI ASAM , BASA DAN INDIKATOR

Semua yang pernah mempelajari kimia pasti tahu tentang asam, basa, dan indikator kan? Yuk kita bahas secara singkat!

BASA

Secara kimia kita dapat mengidentifikasikan basa sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidroksida  ( OH ) ketika larut dalam pelarut air. Perhatikanlah bahwa rumus senyawa basa selalu memiki  gugus OH . Adanya gugus OH inilah yang menyebabkan senyawa basa memiliki sifat sifat khas sebagai suatu basa.

SIFAT BASA

Seperti halnya asam, basapun memiliki beberapa sifat yang dapat kita gunakan untuk  pengindefikasian . Beberapa sifat basa adalah pahit dan terasa licin di kulit , rasa licin pada sabun disebabkan oleh basa yang terdapat pada sabun tersebut. Basa pembuat sabun adalah Natrium hidroksida . Selain terasa licin , basa pun memiliki rasa yang pahit Basa kuat dapat menyebabkan kulit terisitasi dan terbakar.

ASAM

Kata asam berasal dari bahasa Latin , yaitu acidus yang berarti masam. Secara kimia , kita  dapat mendifinisikan asam sebagai senyawa yang menghasilkan ion Hidrogen ( H+ ) ketika larut dalam pelarut air . Senyawa asam banyak kita temukan dalam kehidupan sehari hari , seperti pada makanan dan minuman . Selain itu senyawa asam dapat kita temukan di dalam  lambung . Didalam lambung terdapat asam klorida ( HCl ) yang berfungsi membunuh kuman.Terdapat tiga difinisi asam dan basa yang umum diterima dalam kimia , yaitu definisi Arhenius , Bronsted Lowry dan Lewis.

INDIKATOR

Indikator adalah senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator , kita dapat mengetahui suatu zat yang bersifat asam dan basa. Indikator juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu asam dan basa. Beberapa indikator terbuat dari zat warna alami tanaman , tetapi ada juga beberapa indicator yang dibuat secara sintesisdi Laboratorium. Adalah kertas lakmus   ( sumber https // kimia Farmasi )

Artikel oleh : Yohanes Suhardjo

Artikel lainnya :

Mengapa Banyak Siswa SD Mengatakan Bahwa Matematika Itu Sulit?

Pernah Tersetrum Ketika Bersentuhan? Inilah Alasannya!

Pohon Bukanlah Penghasil Oksigen Terbanyak di Bumi

Posted in SMA, SMK

Konten terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *