Menu Tutup

Mengenal fase-fase bulan

bentuk-bentuk bulan yang berbeda

Hayo, siapa yang kalau malam hari suka memandang bulan dan penasaran, mengapa bulan seringkali terlihat berubah bentuk? Bahkan ada waktu dimana bulan tidak terlihat sama sekali. Nah, perubahan-perubahan bentuk bulan ini terjadi dikarenakan oleh adanya fase bulan.

Sebelumnya, mungkin kamu sudah tahu bahwa bulan bergerak mengelilingi bumi. Pergerakan bulan terhadap bumi sendiri berada pada orbit yang berbentuk lingkaran mengitari bumi dan seringkali disebut sebagai revolusi bulan. Revolusi bulan ini biasanya memakan rata-rata 27 hari dimana bulan bergerak sekitar 13 derajat perharinya. Revolusi bulan ini lah yang menyebabkan terjadinya fase bulan.

Sekarang, apa sih fase bulan? Fase bulan adalah fase perubahan bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Fase ini tergantung pada posisi bulan terhadap matahari jika dilihat dari bumi. Hal ini karena bulan yang merupakan satelit alami bumi yang tidak memliki cahayanya sendiri. Alasan bulan terlihat bercahaya di kala malam adalah karena permukaan bulan memantulkan sinar matahari. Karena itulah, kita sering kali melihat bulan dalam bentuk yang berbeda-beda. Bukan karena bentuk bulan berubah loh gaes, tapi karena cahaya matahari dan bayangan yang dihasilkan oleh posisi matahari, bumi dan bulan yang menyebabkan sebagian dari permukaan bulan terlihat gelap.

Fase-fase bulan dan posisinya terhadap bumi dan matahari

Fase bulan sendiri terdiri dari 8 fase utama, yaitu fase bulan baru atau new moon, fase bulan sabit awal atau waxing crescent, fase kuartal pertama atau pertama quarter, fase waxing gibbous, fase bulan purnama atau full moon, fase wanning gibbous, dan fase kuartal ketiga atau third quarter hingga fase bulan sabit tua atau wanning crescent dan nantinya kembali lagi ke fase bulan baru.

Sebelum kita bahasa masing-masing fase, yuk kita mengenal dahulu salah satu istilah dalam fase bulan ini.

Wanning dan Waxing

Kata wanning dan waxing akan banyak kamu lihat dalam bahasan kali ini. Nah, kata wanning sendiri menandakan bahwa permukaan bulan semakin lama akan semakin terlihat mengecil. Ini karena bulan sedang bergerak kearah barat menuju matahari sehingga permukaan bulan yang terkena sinar matahari akan semakin berkurang. Sebaliknya, kata waxing menandakan bahwa permukaan bulan akan terlihat semakin besar dikarenakan bulan tengah bergerak menjauhi matahari.

Nah, setelah mengerti kedua istilah tersebut, yuk kita bahas satu persatu mengenai fase-fase bulan!

Fase bulan baru (New Moon)

Posisi bulan pada fase bulan baru

Fase bulan baru atau new moon adalah fase dimana bulan berkonjungsi dengan matahari dan bumi.  Konjungsi sendiri berarti posisi bulan searah dengan matahari. Pada fase bulan baru, bulan tidak terkena cahaya matahari sama sekali dan terlihat hilang. Ini terjadi karena posisi bulan berada searah dengan matahari sehingga permukaan bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari sama sekali. Fase ini jugalah yang memungkinkan terjadinya gerhana matahari.

Fase bulan sabit awal (Waxing Cresent)

Bulan pada fase bulan sabit awal atau waxing crescent

Setelah fase bulan baru, maka fase selanjutnya adalah fase bulan sabit awal atau waxing crescent. Di fase ini bulan bergerak meninggalkan titik atau posisi konjungsi-nya dengan matahari. Di fase ini, bagian bulan yang terkena cahaya matahari hanya kurang dari setengah. Makanya, dari bumi akan terlihat bulan menyerupai bentuk seperti sabit.

Fase kuartal pertama (first quarter)

Bulan pada fase kuarter pertama

Fase kuartal pertama terjadi ketika posisi bulan, bumi, dan matahari membentuk sudut 90 derajat. Pada posisi ini permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari adalah setengah dari keseluruhan permukaan bulan yang menghadap bumi. Oleh karena itu, dalam fase kuartal pertama ini, bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran.

Fase waxing gibbous

Bulan pada fase Waxing Gibbous

Pada fase waxing gibbous, permukaan bulan yang terlihat mencapai ¾ atau lebih dari permukaan bulan yang menghadap bumi. Nah, di fase ini bulan akan terlihat cembung dan hampir bulat sempurna gaes. Itu karena posisi bulan mulai meninggalkan posisi 90 derajat yang semula dan kini berada agak sedikit di belakang bumi.

Fase bulan purnama (full moon)

Bulan Purnama

Fase ini pastinya adalah fase yang kamu semua ketahui. Ya, pada fase ini bulan purnama terlihat bulat sempurna karena seluruh permukaan bulan yang menghadap bumi mendapatkan sinar matahari. Ini karena bulan berada pada posisi oposisi Yaitu kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari. Pada fase ini bulan akan terbit pada saat matahari terbenam dan terbenam pada saat matahari terbit.

Fase wanning gibbous

bulan pada fase wanning gibbous

Setelah fase bulan purnama, bulan akan bergerak ke barat meninggalkan posisi oposisi dengan matahari dan memasuki fase wanning gibbous. Fase ini pada dasarnya sama dengan fase waxing gibbous. Hanya saja sesuai namanya yang mengandung kata wanning, permukan bulan akan perlahan-lahan terlihat semakin mengecil dan bukan membesar.

Fase kuartal ketiga (third quarter)

bulan pada fase kuarta ketiga

Sama seperti fase kuartal pertama, pada fase ini bulan, matahari, dan bumi berada dalam posisi 90 derajat. Oleh karena ini, kita akan melihat bulan kembali berbentuk seperti setengah lingkaran.

Fase bulan sabit tua (wanning crescent)

Fase terakhir sebelum bulan kembali pada fase bulan baru atau new moon adalah fase bulan sabit tua atau wanning crescent. Fase ini pada dasarnya hampir sama dengan fase bulan sabit awal atau waxing crescent. Hanya saja sesuai dengan namanya yang mengandung kata wanning, pada fase ini permukaan bulan yang disinari cahaya matahari akan semakin berkurang sehingga permukaan bulan terlihat semakin mengecil sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dan mencapai fase bulan baru.

Nah, itulah ragam fase-fase bulan yang terjadi karena perubahan posisi bulan terhadap bumi dan matahari.

Artikel lainnya :

Apakah Benar Ada Bulan Tiruan ?

5 Alasan Pentingnya Menguasai Bahasa Asing Selain Bahasa Inggris

Yuk Bahas Perbedaan Atom, Unsur, Molekul dan Ion!

Posted in SD, SMA, SMK, SMP, UMUM

Konten terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *