Menu Tutup

Mengapa Gempa Bumi Sering Terjadi di Indonesia ? Ini Penjelasan Ilmiahnya !

Gempa dan Tsunami di Banda Aceh

Hai AsahSaya Readers!

Apa kabar kamu semua yang sudah memasuki ujian tengah semester ?. Artikel kali ini akan membahas tentang “Mengapa Gempa Bumi Sering Terjadi di Indonesia ? ” . Gempa bumi di Indoensia sering terjadi dan pada artikel ini kamu akan mengetahui alasan ilmiah mengapa gempa bumi sering terjadi di Indonesia.

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu. Indonesia memang rawan gempa dan tsunami. Bahkan, menurut United States Geological Survey (USGS), dari 20 gempa bumi terbesar di dunia sejak tahun 1900, lima di antaranya terjadi di Indonesia:

Gempa bumi magnitudo 9,1 di Samudra Hindia (26 Desember 2004), gempa bumi magnitudo 8,6 di lepas pantai barat Sumatra (11 April 2012), gempa bumi magnitudo 8,6 di Nias (28 Maret 2005), gempa bumi magnitudo 8,5 di Laut Banda (1 Februari 1938), dan gempa bumi magnitudo 8,5 di Bengkulu, Sumatra Selatan (12 September 2007).

Sebenarnya apa saja yang menyebabkan daerah di Indonesia sering mengalami gempa? Berikut alasan ilmiah di Indonesia sering terjadi gempa bumi.

1. Indonesia terletak di wilayah cincin api pasifik

Sering mendengar istilah ring of fire? Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa InggrisRing of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Faktanya, cincin api pasifik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu daerah yang sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi. Wilayah ini meliputi sekitar cekungan Samudra Pasifik dan memiliki bentuk seperti tapal kuda.

Panjang area yang termasuk dalam cincin api pasifik adalah 40.000 km, 90 persen gempa bumi yang terjadi di dunia, 81 persen terjadi di daerah yang termasuk dalam cincin api Pasifik. Setidaknya, terdapat 33 wilayah di bumi yang masuk dalam cincin api Pasifik, tentu Indonesia termasuk di dalamnya.

2. Indonesia berada di pertemuan 3 lempeng bumi

Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng bumi sekaligus, yaitu Lempeng bumi yang mengelilingi Indonesia adalah lempeng Pasifik, lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Pergeseran lempeng bumi dapat menyebabkan gempa terjadi. Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat.

Tak hanya itu, bila antar lempeng bumi saling bertabrakan, maka ini akan mengakibatkan gempa bumi dan tsunami sekaligus. Misalnya, yang terjadi di Aceh pada Desember 2004 silam. Beberapa daerah di Indonesia yang rawan gempa bumi dan tsunami ialah Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Banten, Bali, Jawa Timur bagian selatan.

3. Indonesia berlokasi di Alpine Belt

Indonesia terletak pada Alpine Belt atau Sabuk Alpine. Sekitar 17 persen dari gempa bumi terbesar atau sekitar lima hingga enam persen gempa bumi yang terjadi di dunia terjadi di daerah Sabuk Alpine. Baik Cincin Api Pasifik maupun Sabuk Alpine, Indonesia termasuk dikedua jalur ini.

Wilayah yang termasuk dalam Sabuk Alpine adalah Jawa, Sumatera, Himalaya, Mediterania, dan Atlantika. Meskipun rentan terjadi letusan gunung berapi dan gempa bumi, letak Indonesia di Cincin api Pasifik dan Sabuk Alpine membuat wilayah ini memiliki tanah yang subur. Meski membuat Indonesia rawan gempa, berada di wilayah Sabuk Alpine dan cincin api Pasifik juga memberi keuntungan. Hal ini membuat tanah Indonesia subur serta kaya akan unsur mineral dan zat hara.

4. Gempa bumi dipengaruhi aktivitas gunung berapi

Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh interaksi dan pergerakan lempeng. Namun, tidak sedikit pula yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Keduanya dinilai saling berkaitan. Inilah yang disebut gempa bumi vulkanik. Contohnya, seperti yang terjadi pada Gunung Soputan di Sulawesi Utara yang erupsi karena dipengaruhi gempa bumi.

Pergerakan magma di bawah gunung berapi dapat mengakibatkan gempa. Magma memberi tekanan pada sekitarnya, membuat area di sekitarnya retak dan memicu munculnya gempa kecil, ungkap laman Oregon State University. Gempa ini biasanya terlalu lemah untuk dirasakan tetapi dapat dideteksi dan direkam oleh instrumen dan alat khusus.

5. Terletak di batas konvergen lempeng Sunda dan lempeng Indo-Australia

Mengapa gempa bumi sering terjadi di pulau Sumatra? Jawabannya adalah karena pulau ini berada di batas konvergen dimana lempeng Sunda ditundukkan di bawah lempeng Indo-Australia. Lempeng ini bergerak miring pada kecepatan 60 mm per tahun dan komponen belahan di bagian kanan didorong oleh patahan-patahan di Pulau Sumatra. Misalnya, pada gempa di Provinsi Aceh, Sumatra pada 2 Juli 2013. Gempa ini disebabkan oleh lempeng Sunda yang disubduksi dengan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng-lempeng itu menyebabkan gempa di Pulau Sumatra dan sekitarnya.

6. Selain disebabkan oleh alam, gempa juga bisa dipicu oleh ulah manusia

Sebagian besar gempa memang disebabkan oleh kekuatan alam. Namun, tahukah kamu bahwa gempa juga bisa disebabkan oleh aktivitas manusia? Misalnya, kegiatan pertambangan dapat merusak kontur alami kerak bumi, membuatnya tidak stabil dan rentan terhadap gesekan.

Begitu pula kegiatan pengeboran minyak dan gas alam. Eksploitasi yang terjadi dalam skala besar memberi efek langsung pada ketersediaan ruang bebas di bawah lempeng bumi. Jika ruang kosong ini mengalami ketidakstabilan karena tekanan dari luar atau desakan dari dalam, tak pelak gempa akan muncul setelahnya.

Setelah kamu membaca artikel ini, kamu sudah mengetahui bahwa gempa bumi yang terjadi di Indonesia dikarenakan Indonesia terletak di wilayah cincin api pasifik, Indonesia berada di pertemuan 3 lempeng bumi, Indonesia berlokasi di Alpine Belt, Aktivitas gunung berapi, Indonesia terletak di batas konvergen lempeng Sunda dan lempeng Indo-Australiake Norton, dan juga bisa dipicu oleh ulah manusia. Karena salah satu penyebabnya bisa dipicu oleh ulah manusia yang mengeksploitasi alam. Maka kita wajib menjaga alam yang ada di Indonesia. Yuk ikut belajar menyenangkan di AsahSaya (Layanan Edukasi Interaktif) www.asahsaya.com dan pilih kelasmu sekarang! #AsahSayaBelajarKekinian #MetamorfosisBelajarKekinian

Artikel lainnya :

Ilmuwan Indonesia Sebagai Penemu Sains Yang Fenomenal

Metode Belajar yang Efektif Ala Asahsaya

Mengenal Sistem Pendidikan di Indonesia

Sumber :

https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/penyebab-gempa-sering-terjadi-di-indonesia/full

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45086874

https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi

Posted in UMUM

Konten terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *