Menu Tutup

Dampak dari Pandemi Virus Covid-19

Hai AsahSaya readers, kali ini kita sedang dihadapkan dengan realitas dunia yang juga sudah terjadi di Indonesia yaitu pandemi virus Covid-19. Virus ini telah menyerang ribuan orang di berbagai belahan dunia. Terutama yang terjadi di Indonesia saat ini, masing-masing orang mencari cara untuk bertahan dan menyelamatkan dirinya. Salah satu dari banyak hal yang terjadi adalah banyak orang yang memborong masker, hand sanitizer serta tisu dalam jumlah banyak untuk stock sebagai langkah preventif awal. Sehingga dampaknya adalah barang-barang tersebut menjadi langka dan dijual dengan harga yang tinggi.

Fenomena ini sering kali disebut panic buying. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan kelangkaan barang akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Sejumlah pihak dan masyarakay luas meminta pemerintah mewaspadai ancaman inflasi sebagai dampak lanjutan akibat merebaknya virus corona. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk mengendalikan pasokan pangan agar harga-harga tidak melonjak. Selain itu, dampak dari pandemi virus Covid-19 ini adalah banyak konsumen yang beralih ke e-commerce. Konsumen pada saat ini lebih memilih untuk berbelanja bahan pokok secara online untuk berusaha menghindari kontak langsung dengan orang lain (pedagang). Meski, hanya separuhnya yang terpenuhi karena pasokan yang terbatas.

Panic Buying

Pengunjung memborong tisu toilet di Bangkok, Thailand, imbas panic buying yang disebabkan wabah virus corona, Senin (16/3/2020). Di tengah kepanikan wabah virus corona, selain kebutuhan pokok, tisu toilet menjadi salah satu barang yang paling diburu di banyak negara.

Secara langsung kita diajarkan untuk tidak egois pada masa sekarang ini, dalam membeli pasokan bahan pokok ataupun alat-alat untuk melindungi diri kita dari virus Covid-19 ini seperti masker, handsanitizer dan lainnya. Karena kalau kita egois dengan membeli barang-barang secara berlebihan maka orang lain akan banyak yang tidak kebagian padahal mereka sama seperti kita yang juga membutuhkan pasokan barang-barang tersebut.

Bagi toko-toko fashion, restoran, dan juga pernak-pernih kondisi saat ini adalah situasi yang sulit. Karena demimengurangi keramaian pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitas dari rumah saja atau disebut social distancing demi memutus rantai virus Covid-19. Sehingga ratusan toko-toko fashion, restoran dan pernak pernik di dalam mall tutup sementara. Hanya ATM, Supermarket dan farmasi saja yang tetap buka untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Roda ekonomi memang penting namun nyawa jauh lebih penting dari ini semua. Karena dengan tutupnya toko-toko di beberapa mall di daerah ibu kota dan sekitarnya maka secara tidak langsung dapat menghentikan langkah banyak orang yang datang menuju keramaian. Kemungkinan untuk tertular virus saat berada dalam keramaian itu  risikonya tentulah sangat tinggi. Sehingga kita harus bisa menjaga diri sendiri dan juga menyelamatkan orang lain agar tidak banyak orang yang tertular lagi. Pasalnya, virus Covid-19 ini sangat cepat penularannya. Bisa juga menempel lama di benda-benda besi atau berbahan plastik yang ada di sekitar kita dan bertahan hingga hitungan hari. Jadi berusaha untuk tetap di rumah saja adalah salah satu cara untuk menahan laju penularan.

Bagi yang masih tetap beraktivitas di luar tidak perlu khawatir yang berlebihan, yang terpenting adalah kita ingat selalu untuk memakai masker, rajin mencuci tangan, minum vitamin, serta makan dan tidur yang cukup, dan tidak perlu banyak pergi-pergi ke tempat yang sekiranya kurang penting untuk saat ini. Tahan semua ego yang ada demi kebaikan bersama dan menyelamatkan nyawa diri sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekeliling kita pada saat ini.

Sumber :

https://www.kompas.com/

https://inet.detik.com/

Posted in UMUM

Konten terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *